SENGGANG

Pantai Kedung Tumpang, Potongan Surga Tersembunyi di Tulungagung

Laporan Ika Suryani Syarief | Minggu, 14 Januari 2018 | 17:54 WIB
Salah satu cekungan di Pantai Kedung Tumpang, Tulungagung. Foto: Andri Hariyanto kolaborasik.com
suarasurabaya.net - Letak geografis yang berada di selatan Pulau Jawa dan berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, membuat Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memiliki sejumlah pantai yang indah. Ada satu pantai yang unik, Pantai Kedung Tumpang namanya.

Pantai Kedung Tumpang berbeda dengan layaknya pantai lainnya karena berupa beberapa cekungan batu karang tepi laut, yang membentuk semacam kubangan. Kubangan ini terisi air saat pasang. Bahkan ikan laut dan rumput laut terlihat di sana.

Pamor Kedung Tumpang kian meroket seiring banyaknya unggahan pengunjung di media sosial.

Butuh waktu 1,5 jam dengan mobil atau motor dari pusat kota untuk sampai ke pantai yang berada di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung ini. Belum ada angkutan umum yang menjangkau sampai ke lokasi, seperti dikutip dari kolaborasik.com.

Dari Kota Tulungagung, pengunjung dapat menempuh dua rute. Pertama, dari kota ke Kecamatan Kalidawir. Kedua, dari kota ke Kecamatan Ngunut. Kondisi jalan ke Kecamatan Ngunut lebih mulus karena 90 persen sudah berupa aspal. Pemerintah Kabupaten Tulungagung juga baru saja membangun jalan cor di Kecamatan Kalidawir, meski belum tuntas 100 persen.

Pengunjung dapat masuk ke area pantai dengan membayar karcis masuk sebesar Rp5.000 per orang dan retribusi parkir Rp5.000.

Ada dua akses turunan yang dapat dipilih pengunjung untuk sampai ke bibir pantai. Satu lebih landai dan panjang, sementara yang satu lebih pendek, tapi curam. Kehadiran tangga cor di jalur yang lebih pendek, lebih diminati karena hanya butuh waktu 15 menit untuk sampai ke lokasi.

Pagi hari menjadi waktu terbaik untuk menikmati pantai ini. Kunjungan pada sore hari kurang direkomendasikan karena air laut sedang pasang.

Pengelola sudah memasang jaring pengaman di antara karang untuk mencegah agar pengunjung yang berenang tidak terseret ke laut. Namun, pengunjung diminta tetap berhati-hati mengingat pada tahun 2016 lalu, ada dua wisatawan yang hilang tertelan ombak saat berswafoto di tepi pantai tersebut.(iss)


Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.