SENGGANG

Dewi Lestari Suguhkan Aroma Karsa

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 14 Maret 2018 | 18:40 WIB
Dewi Lestari menandatangani buku Aroma Karsa. Foto: Facebook Dee Lestari
suarasurabaya.net - Penulis Dewi Lestari punya suguhan baru untuk para pembaca setianya. Perempuan yang akrab disapa Dee itu bakal menerbitkan edisi fisik novel "Aroma Karsa". Buku yang mengusung tema aroma serta penciuman ini menggabungkan unsur petualangan, misteri, percintaan, keluarga sampai legenda kuno zaman Majapahit.

"Sejak kecil saya sangat suka aroma, misalnya saat ke pasar, tidak afdol kalau tidak membaui sesuatu," kata Dee di acara media gathering "Aroma Karsa" di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Deskripsi soal aroma, kata Dee, jarang digunakan di dunia fiksi ketimbang deskripsi visual yang mudah untuk digambarkan. Untuk menceritakan sebuah aroma, butuh sebuah metafora dan imajinasi yang kaya. Kekuatan deskripsi aroma mulai dirasakan oleh Dewi semenjak menulis "Madre" (2009).

"Aroma Karsa ini memacu saya sebagai penulis. Saya ditantang untuk memperdalam teknik penuturan dan cara membuat struktur," ujar penulis kelahiran Bandung, 20 Januari 1976, seperti dilansir Antara.

Selain itu, aroma bisa memiliki dampak kuat bagi tubuh manusia. Salah satu contohnya, menghirup aroma yang mengingatkan pada mantan kekasih. Aroma tersebut bakal membawa orang tersebut pada banyak hal, bisa jadi wajah sampai kenangan bersama orang tersebut.

Edisi cetak "Aroma Karsa" bakal terbit pada 16 Maret 2018. Antusiasme pembaca yang penasaran ingin membaca karya baru Dee terlihat dari jumlah penjualan pre-order yang mencapai 10.000 eksemplar. Sebelumnya, novel ke-12 Dee ini sudah dirilis lewat versi digital pada Januari 2018.

"Aroma Karsa" edisi digital diterbitkan dalam format cerita bersambung dalam 18 bagian, terbit dua kali sepekan sejak Januari hingga 15 Maret 2018. Jumlah pembaca "Aroma Karsa" versi digital ini mencapai 2000 orang.

"Aroma Karsa" berkisah tentang bunga sakti dan misterius bernama Puspa Karsa yang menjadi obsesi dari Raras Prayagung. Raras bertemu dengan Jati Wesi yang punya penciuman luar biasa. Jati yang tumbuh besar di tempat pembuangan sampah Bantar Gebang dijuluki Hidung Tikus atas kemampuannya. Jati yang bekerja meracik parfum dipekerjakan oleh Raras, tapi dia juga diundang masuk ke dalam kehidupan pribadi Raras.

Di sana, Jati bertemu dengan anak tunggal Raras, Tanaya Suma, yang punya kemampuan serupa. Jati menemukan banyak misteri seiring keterlibatannya dengan keluarga Prayagung dan Puspa Karsa, tentang diri maupun masa lalu yang tak pernah ia ketahui.(ant/iss/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.