SENGGANG

Angan-Angan Wakil Bupati Ponorogo Supaya Reog Tidak Punah

Laporan Jose Asmanu | Kamis, 12 Juli 2018 | 16:44 WIB
Reog Ponorogo. Foto: Pinterest
suarasurabaya.net - Soejarno Wakil Bupati Ponorogo mencemaskan keberlangsungan warisan budaya asli Reog Ponorogo yang bisa jadi terancam punah karena kendala ketersediaan bahan pembuatan reog.

Ada beberapa hal yang dia angankan ada agar Reog Ponorogo tetap lestari saat menyerahkan pokok-pokok pemikiran pelestarian Kebudayaan di Kantor Kemdikbud, Kamis (12/7/2018).

Kesenian tradisional Reog Ponorogo, kata Soejarno, saat ini sudah diakui oleh Unesco sebagai warisan budaya asli Indonesia. Kesenian ini, kata dia, sempat ditolak saat akan melakukan pertunjukan di Eropa. Alasannya, karena Reog Ponorogo ini bahan bakunya terbuat dari kulit dan bulu asli yang diambil dari satwa yang dilindungi.

Soal kendala bahan baku ini, Soejarno punya angan-angan. Seandainya saja Kabuputen Ponorogo memiliki peternakan harimau dan burung merak untuk mengatasi sulitnya bahan baku reog.

"Kalau satwa ini mati karena faktor usia, kulit macan dan bulu merak itu bisa dimanfaatkan untuk membuat reog," kata Soejarno.

Meski terkendala bahan baku untuk pembuatan reog, Soejarno meyakini kesenian tradisional Reog Ponorogo ini tidak akan punah. Karena di setiap desa di Kabupaten Ponorogo ada paguyuban Reog Ponorogo.

Tidak hanya itu, Paguyuban Reog Ponorogo juga banyak berkembang di luar Ponorogo antara lain di Surabaya, Jakarta, dan Lampung yang dimainkan oleh anak-anak muda di masing-masing daerah.(jos/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.