SENGGANG

Benarkah Es Krim Bikin Gemuk?

Laporan Ika Suryani Syarief | Jumat, 11 Januari 2019 | 18:42 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Es krim yang umumnya terasa manis, dingin dan menyegarkan, mengandung beberapa protein, kalsium dan sejumlah besar lemak dan gula, dengan jumlah kalori yang tak sedikit.

Karena itu, seperti dilansir Antara dari Livestrong, Jumat (11/1/2019), es krim menjadi salah satu makanan yang bisa membuat berat badan Anda bertambah jika terlalu banyak dikonsumsi.

Jumlah kalori
Kalori dalam es krim rasa vanilla per 1/2 cangkir porsi adalah 137 ditambah 7,2 gram lemak, sekitar 4,5 gramnya merupakan lemak jenuh.

Sementara untuk es krim cokelat, kalorinya 143 kalori dengan 7,3 gram lemak, yang 4,5 gram di antaranya adalah lemak jenuh.

Kebanyakan kalori ini berasal dari gula tambahan dan kandungan lemak yang tinggi. Mengonsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak secara teratur dapat menyebabkan kenaikan berat badan.

Adiktif
Banyak orang ingin terus menerus mengonsumsi gula yang pada akhirnya menyulitkan mereka tetap berpegang pada diet sehat. Keinginan ini diciptakan oleh kebutuhan otak untuk kenyamanan dan kesenangan - bukan untuk kebutuhan tubuh Anda akan makanan.

Jika Anda menyerah makan makanan manis dan tergoda makan es krim pada malam hari untuk memuaskan keinginan Anda, penumpukan lemak kemungkinan akan menjadi hasilnya, menurut Heathline.

Memilih es krim
Ketika ingin makan es krim pilihlah yang rendah lemak, bebas lemak, atau bebas gula, yang akan membantu memuaskan hasrat Anda akan sesuatu yang manis, tetapi dengan lebih sedikit kalori.

Satu setengah cangkir es krim vanila tanpa gula mengandung 137 kalori, sementara es krim cokelat rendah lemak memiliki 93 kalori per 1/2 cangkir sajian.

Kalsium dan penurunan berat badan
Meski demikian, para peneliti dari Institute of Preventive Medicine di Denmark, menemukan bahwa kalsium mungkin memiliki efek melangsingkan karena mengikat asam lemak di saluran pencernaan.

Temuan yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2014, menunjukkan hal ini mengakibatkan penurunan penyerapan lemak yang dapat menyebabkan penurunan berat badan dari waktu ke waktu.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.