SENGGANG

YouTube Melarang Konten Tantangan dan Candaan Berbahaya

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 16 Januari 2019 | 12:32 WIB
Logo Youtube. Foto: google.com
suarasurabaya.net - Menyikapi konten berbahaya yang sering ditemukan di platfom mereka, situs berbagi video YouTube memperbarui kebijakan yang isinya melarang tantangan (challenge) atau video candaan mengerjai orang lain (prank) yang membahayakan.

Dikutip dari laman Cnet, prank yang dilarang dalam kebijakan baru ini adalah yang menyebabkan cedera fisik karena aktivitas tersebut melanggar peraturan YouTube. YouTube melarang konten yang memuat aktivitas kekerasan atau berbahaya.

"YouTube adalah rumah bagi tantangan dan candaan yang terkenal, tapi, kami harus memastikan kelucuan tidak melewati batas sehingga berubah menjadi berbahaya," kata YouTube dilansir Antara.

Melalui peraturan baru tersebut, YouTube juga melarang prank yang dapat menyebabkan stress berat pada anak-anak, termasuk yang dapat membuat trauma seumur hidup.

Kebijakan baru YouTube hadir setelah warganet diresahkan oleh Bird Box challenge, terinspirasi dari film berjudul sama yaitu melakukan aktivitas dengan mata yang ditutup kain. Banyak pembuat konten yang mengunggah konten lucu seputar beraktivitas dengan mata ditutup, namun, tidak sedikit yang membuat tantangan ini jadi berbahaya.

YouTuber Jake Paul pernah mengikuti Bird Box Challenge, dia menggunakan penutup mata sambil menyeberang jalan yang ramai. Dia juga direkam saat menyetir mobil dengan mata yang ditutup.

Akibat challenge seperti ini, Netflix, yang menayangkan "Bird Box", harus mengeluarkan pernyataan resmi berisi permintaan pada penonton untuk tidak melakukan aktivitas berbahaya jika ingin meniru film ini.

Tantangan berbahaya lain yang pernah muncul di YouTube antara lain Tide Pod challenge, memakan detergen berbentuk bulat padat. (ant/wil/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.