SENGGANG

Hutan Kota Jadi Wahana Wisata Baru di Kediri

Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 10 Februari 2019 | 15:55 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Kawasan hutan kota yang kini disebut jadi hutan joyoboyo di Kediri, Jawa Timur, setelah dibuka untuk umum menjadi wahana wisata sekaligus edukasi baru di kota ini.

Lokasi wisata ini menyedot animo masyarakat. Puluhan orang setiap harinya mendatangi kawasan hutan kota ini untuk berwisata atau sekadar berakhir pekan dengan keluarga.

"Hutan kota ini semakin lama semakin menarik. Terlebih lagi sekarang sudah selesai pembangunannya, jadi semakin bagus," kata Utami, warga Kota Kediri di Kediri, Minggu (10/2/2019).

Lokasi hutan kota ini berdiri di atas lahan seluas 2,6 hektare. Kawasan itu dibangun dua tahap, yakni tahap pertama dilakukan pada 2017 dengan anggaran Rp6,6 miliar dan tahap kedua pada 2018 dengan rencana anggaran Rp3,2 miliar.


Untuk pembangunan tahap kedua dilakukan sejak 21 Agustus 2018 dan selesai pada 23 Desember 2018. Beberapa pekerjaan yang menjadi fokus pembangunan, misalnya pembuatan "plyground" di bagian utara, teras pohon, balok titian, pergola, lorong. Selain itu, juga terdapat rencana pembuatan 10 patung ilustrasi Panji Asmorobangun.

Apip Permana Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Kediri mengemukakan, pemerintah kota memang ingin menjadikan hutan kota sebagai paru-paru kota sekaligus tempat edukasi masyarakat, terutama pelajar.

Dengan dibangunnya Hutan Joyoboyo Kediri itu, diharapkan bisa semakin mengasah minat anak-anak untuk belajar tentang alam, mengingat saat ini banyak dari mereka yang menghabiskan waktunya dengan bermain gawai, padahal waktu mereka itu bisa untuk aktivitas fisik lainnya.

"Kami ingin jadikan hutan kota ini sebagai paru-paru kota sekaligus tempat pelestarian hutan," ujar Apip seperti dilansir Antara.

Walaupun animo masyarakat berkunjung ke hutan kota tinggi, mereka juga tetap diminta untuk menjaga kebersihan. Di lokasi tersebut, petugas juga sudah menyediakan tempat sampah, sehingga kebersihan di kawasan ini terjamin.

Selain itu, pemerintah kota juga tidak mengizinkan para pedagang masuk ke lokasi hutan kota. Pemerintah tetap ingin menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat yang bersih dan nyaman untuk pengunjung. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.