SENGGANG

Emosi Negatif Muncul Saat Tonton Debat? Cobalah Tarik Napas

Laporan Ika Suryani Syarief | Sabtu, 16 Februari 2019 | 15:41 WIB
Ilustrasi.
suarasurabaya.net - Debat putaran kedua bagi calon presiden dan wakil presiden, Minggu (17/2/2019), bisa saja memancing emosi negatif yang muncul bukan karena konten debat, melainkan melalui hal lain, misalnya dari penonton.

Emosi negatif juga bisa datang setelah Anda membaca komentar di media sosial yang bertentangan dengan pendapat, atau faktor lainnya.

Leon F Seltzer Ph.D., psikolog, seperti dilansir Antara dari Psychology Today menyarankan agar mengatur napas dan buatlah tubuh Anda menjadi rileks, saat seluruh tubuh terasa mengencang saat kesal.

"Jadi, segera setelah Anda menyadari bahwa sesuatu yang negatif beresonansi kuat di dalam diri Anda, ambil napas dalam-dalam dan lambat -- mungkin sambil mengulangi kata 'tenang' atau 'santai' untuk diri sendiri," kata dia.


Ketika sesuatu membuat Anda tidak seimbang, penting bagi Anda untuk "memusatkan kembali" diri Anda.

Emosi paling baik dialami pada tingkat ringan atau sedang, jadi ketika gangguan mencapai angka 8, 9 atau 10, Anda harus menurunkan intensitasnya. Memperlambat pernapasan Anda merupakan langkah awal yang ideal.

Selain itu, mengubah posisi dan melihat pemandangan yang tenang misalnya sambil berbaring lalu berimajinasi, bisa membantu mengurangi emosi. Bayangkan pemandangan yang tenang -- katakanlah berbaring dengan damai di pantai saat matahari dan udara yang hangat mengenai tubuh Anda.

Semakin berhasil Anda berfantasi dalam lingkungan yang begitu indah, maka Anda akan semakin cepat memahami situasi yang membuat marah, tidak berdaya, atau sedih.

Dan ingat, satu bentuk relaksasi belum tentu lebih baik daripada yang lain. Jadi pertimbangkan juga beberapa bentuk meditasi, self-hypnosis, yoga, tai chi -- atau bahkan sekadar mengintip ke akuarium Anda.(ant/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.