SENGGANG

Pakar Beri Tips tentang Tanaman yang Dapat Menyerap Polutan

Laporan Agustina Suminar | Senin, 22 Juli 2019 | 16:44 WIB
Ilustrasi pohon hujan. Foto: jurnalasia.com
suarasurabaya.net - Prof. Endes N Dahlan pakar tanaman hutan kota mengatakan tanaman pepohonan sangat efektif dalam menyerap polutan yang menyebabkan polusi udara dibandingkan tanaman jenis lain.

"Mawar, anggrek, lidah mertua juga bisa, tapi tidak setinggi tanaman pepohonan kemampuan serapan polutannya," katanya di Jakarta dilansir Antara, Senin (22/7/2019).

Ia menambahkan, tanaman pepohonan mampu menyerap polutan lebih tinggi karena memiliki jumlah daun yang banyak.

"Semua daun bisa menyerap dan menjerap. Tapi jumlah daunnya banyak tidak? Luas tidak?," tegasnya.


Ia menambahkan, tanaman yang dapat menyerap polutan sangat tinggi adalah tanaman pepohonan yang berdaun banyak dan diameter daunnya cukup lebar, contohnya pohon trembesi atau disebut juga pohon hujan.

Dalam menyerap polutan tersebut, tanaman pada umumnya memiliki dua fungsi, yaitu menyerap polusi yang berbentuk gas dan menyerap polutan yang berbentuk debu.

Semua dedaunan, kata dia, dapat menyerap polutan yang berbentuk gas.

Tetapi jika konsentrasi polutannya terlalu tinggi, maka tanaman tersebut akan mati keracunan.

Karena itu, sebaiknya tanaman tersebut perlu ditanam jauh sebelum konsentrasi gas polutan di udara terlalu tinggi.

Sementara itu, saat berhadapan dengan polutan debu, tanaman juga memiliki fungsi menjerap partikel debu tersebut.

Tanaman akan menjerap partikel debu yang terbawa angin sementara waktu.

Partikel debu tersebut akan luruh ketika tanaman diguyur hujan.

Tanaman yang memiliki daya jerap cukup tinggi adalah tanaman yang bentuk daunnya berlekuk-lekuk tidak licin, contohnya daun jambu, kata dia.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.