SENGGANG

Novel Dasamuka Dibedah, Catatan Sejarah dan Pewayangan

Laporan J. Totok Sumarno | Senin, 07 Oktober 2019 | 19:56 WIB
Sebelum bedah buku Dasamuka, penulis dan pembedah buku berfoto bersama. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Program English for Creative Industry (ECI) UK Petra Surabaya bersama Dalang Publishing, Amerika, Senin (7/10/2019) menggelar bedah buku Dasamuka, novel dwi bahasa karya Junaedi Setiyono, penulis asal Purworejo.

ECI UK Petra mendukung cara pandang Dalang Publishing yang menginginkan agar bangsa Indonesia tak tergantung dengan penerjemah berkebangsaan asing untuk mengusung karya penulis bangsa ini supaya lebih dikenal luas oleh pembaca dunia.

Stefanny Irawan, S.S., M.A., Seketaris Program ECI UK Petra Surabaya, menyampaikan bahwa bedah buku dengan menghadirkan penulis secara langsung bersama beberapa pembedah buku, diharapkan mampu membuka wawasan dan menginspirasi generasi Z.

"Dengan membahas novel asli dalam Bahasa Indonesia dan novel terjemahannya beserta proses yang harus dilalui oleh penerjemah dan penerbitnya, acara ini diharapkan dapat membuka wawasan dan menginspirasi Generasi Z untuk ikut ambil bagian membawa karya sastra Indonesia ke panggung dunia khususnya dalam menerjemahkan karya sastra kita ke dalam bahasa Inggris," terang Stefanny Irawan.


Digelar Senin (7/10/2019) di Gedung Q ruang Q406B, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, novel Dasamuka dibedah langsung oleh Junaedi Setyono selaku penulis, Maya Denisa Saputra selaku penerjermah, Prof. Budi Darma dan Dr. Satya Limanta selaku pengulas, dan Lian Gouw selaku penerbit.

"Maka dari itu, bersama dengan Dalang Publishing, kami ingin membuka wawasan generasi muda kita, khususnya mahasiswa ECI, bahwa ada bidang industri kreatif yang belum benar-benar kita geluti, padahal potensinya besar sekali," tambah Stefanny.

Novel Dasamuka sendiri mengangkat kisah berlatar belakang di Yogyakarta pada masa awal penjajahan Inggris, dengan tokoh utama bernama Willem Kappers sosok berkebangsaan Skotlandia. Williem mendarat di Indonesia karena sebuah misi tentang bronjong.

Seperti yang dituliskan Dr. Ribut Basuki, M.A., dosen Program Studi Sastra Inggris UK Petra di sampul belakang Dasamuka, novel ini sangat menarik karena dua hal: kiasannya terhadap dunia pewayangan dan catatan sejarah yang terlewat dari grand narrative sejarah Indonesia jaman penjajahan.(tok/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA