SENGGANG

Joko Berek Mencari Sang Ayah di Kirab Budaya Lidah Wetan

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 13 Oktober 2019 | 09:41 WIB
Teaterikal Joko Berek meminta restu ibunya, Dewi Sangkrah, untuk pergi mencari sang ayah, Adipati Jayengrana. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Joko Berek memulai perjalanan mencari ayahnya, Adipati Jayengrana, di Kadipaten Surabaya ditemani ratusan warga Lidah Wetan, Surabaya dalam kirab budaya, Minggu (13/10/2019) pagi. Kirab Budaya ini adalah napak tilas perjalanan Joko Berek alias Raden Sawunggaling, tokoh pejuang dari Surabaya yang diyakini ikut melawan penjajahan kolonial Belanda.

Sejak pukul 06.00 WIB, ratusan warga dengan kostum dan riasan meriah telah memadati Pendopo Sawunggaling di Lidah Wetan Gang 3, Surabaya. Mereka antusias menyaksikan teatrikal sawunggaling, sebelum kemudian dilepas bersama untuk kirab mengitari kampung-kampung di daerah Lidah.

Teaterikal ini mengisahkan Joko Berek yang menemui ibunya, Dewi Sangkrah untuk bertanya tentang keberadaan ayahnya. Melihat Joko Berek yang sudah dewasa, Dewi Sangkrah akhirnya menjelaskan jika ayahnya adalah seorang adipati di Kadipaten Surabaya bernama Adipati Jayengrana. Ketika hendak melakukan perjalanan menuju Surabaya, Dewi Sangkrah memberikan sehelai cinde atau kain sutra berbunga.

Teatrikal ini diakhiri dengan adegan Joko Berek membawa serta ayam jago kesayangannya untuk mencari sang ayah. Joko Berek lalu memimpin kirab budaya mengitari kampung-kampung di Daerah Lidah diikuti ratusan warga.



Teaterikal Joko Berek bertemu sang ayah, Adipati Jayengrana. Foto: Baskoro suarasurabaya.net

Di Kirab ini, warga unjuk kreativitas dengan berbagai pernak-pernik unik. Beberapa kelompok warga membawa tumpeng raksasa berisi hasil bumi dan jajanan pasar. Sebagian yang lain berhias ala pocong, joker, hingga buto ijo.

Eko Rizal Koordinator Kirab Sawunggaling 2019 mengatakan, acara ini sudah digelar sejak delapan tahun lalu pada 2011. Tujuannya, untuk mengenalkan budaya dan sejarah Kota Surabaya.

"Semoga Kirab Sawunggaling ini dapat memfasilitasi masyarakat dan generasi muda untuk lebih mengenal lagi sejaeah dan asal usul budaya mereka," kata Eko di lokasi pada Minggu (13/10/2019).

Selain teatrikal dan kirab budaya, acara ini juga diramaikan dengan makan bersama warga di siang hari dan srawung suroboyo pada 19.00 WIB. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh budayawan akan berdiskusi dengan warga. (bas/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA