SENGGANG

Sejumlah Tokoh Hadiri Kirab Sawunggaling di Lidah Wetan

Laporan Agung Hari Baskoro | Minggu, 13 Oktober 2019 | 11:00 WIB
Armuji Anggota DPRD Jawa Timur, Mujiaman Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, dan Hadrean Renanda Wakil Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim di Kirab Sawunggaling 2019. Foto: Baskoro suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sejumlah tokoh turut hadir dan memberi apresiasi dalam penyelenggaraan Kirab Sawunggaling 2019 di Lidah Wetan, Surabaya pada Minggu (13/10/2019) pagi. Mereka di antaranya Armuji Anggota DPRD Jawa Timur, Mujiaman Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya, dan Hadrean Renanda Wakil Sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jatim.

Dalam perayaan budaya ini, Armuji yang ikut dalam pendaftaran bakal calon Wakil Wali Kota Surabaya dari PDIP mengucapkan rasa terima kasihnya karena telah diundang oleh warga.

"Terima kasih ibu bapak sekalian. Ini merupakan suatu budaya, suatu tradisi, peninggalan nenek moyang kita. (Legenda, red) Joko Berek atau Raden Sawunggaling yang patut kita lestarikan," ujar Armuji di lokasi pada Minggu (13/10/2019).

Ia juga mengatakan, Surabaya Barat adalah wilayah di kota ini yang masih banyak melestarikan budaya nenek moyang.


"Di bulan ini, saya setiap minggu menerima undangan, dari kelurahan satu ke kelurahana lainnya. Di Surabaya Barat," katanya.

"Yang bentuknya sedekah bumi, tegal desa, ini patut dilestarikan. Generasi milenial, generasi zaman now. Lidah Wetan ini cikal bakalnya Surabaya. Sawungggaling ini arek Suroboyo asli," lanjutnya.

Ia meminta, agar budaya Kirab Sawunggaling di Lidah Wetan, Surabaya terus dilestarikan dan dijaga agar tidak punah. Armuji dan tokoh lain seperti Mujiaman dan Hadrean juga ikut memotong tali tanda dimulainya kirab Sawunggaling 2019. Mereka turut mengantarkan Joko Berek dan ayam jago kesayangan pergi mencari ayahnya, Adipati Jayengrana.

Kirab ini diikuti ratusan warga dari berbagai kampung di daerah Lidah. Mereka berlomba-lomba memamerkan kreativitasnya membuat dandanan paling unik dan tumpeng raksasa paling menarik. Salah satu diantara mereka ada yang menyusun tumpeng dari jajanan pasar, hasil bumi, hingga replika ayam jago di atas tumpeng.

Selain kirab budaya, acara ini juga diramaikan dengan makan bersama warga di siang hari dan srawung suroboyo pada pukul 19.00 WIB. Dalam acara tersebut, beberapa tokoh budayawan akan berdiskusi dengan warga. (bas/iss)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.