SENGGANG

"Para Pensiunan" Teater Gandrik akan Tampil di Surabaya

Laporan Ika Suryani Syarief | Senin, 11 November 2019 | 21:53 WIB
Butet Kartaredjasa, seniman, saat berkunjung ke Radio Suara Surabaya pada Senin (11/11/2019). Foto: Totok suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Empat tahun berlalu, Teater Gandrik akan kembali pentas di Surabaya. Kali ini di Ciputra Hall tanggal 6 dan 7 Desember 2019. Mereka akan membawakan lakon "Para Pensiunan".

Butet Kartaredjasa, seniman, mengatakan bahwa bagi Teater Gandrik, pentas di Surabaya adalah pulang kampung. Karena Teater Gandrik kental dengan nuansa Jawa seperti Ludruk.

"Bedanya dengan ludruk yaitu cerita isu mutakhir, dalam disiplin teater moderen, menggunakan skenario, temanya bisa ke mana-mana, musiknya tidak harus musik tradisional seperti ludruk, dan pemainnya tidak 'dobel kelamin'," ujarnya saat berkunjung ke Radio Suara Surabaya, Senin (11/11/2019).

Menambahkan keterangan Butet, Arif Afandi, panitia penyelenggara pementasan Teater Gandrik mengatakan bahwa kelebihan kelompok seni peran kontemporer ini yaitu dapat mengangkat isu sosial dan isu kontemporer dengan jenaka. Gandrik bisa menjadi alat sosialisasi tanpa ketegangan.


Di tengah hiruk pikuk persoalan perpolitikan dalam serangkaian pesta demokrasi, Pilpres dan Pileg, masyarakat menghadapi banyak ketegangan. "Nah, setelah berakhir ramai-ramai demokrasi, masyarakat perlu mendapat pelepasan psikis. Dengan mendapat hiburan yang cerdas. Saya kira, Teater Gandrik sangat tepat dengan kebutuhan itu," ujarnya.

Naskah "Para Pensiunan" ini merupakan hasil saduran dari karya Heru Kesawa Murti (almarhum) tahun 1986 yang berjudul "Pensiunan". Setelah melalui serangkaian proses, akhirnya naskah ini ditulis kembali oleh Agus Noor dan Susilo Nugroho dan berganti menjadi "Para Pensiunan".

Naskah ini mengangkat persoalan yang hangat di masyarakat, semisal Pilpres. Lakonnya sangat dinamis, bisa berubah. "Kita jaga plot dan pesan utama, para tokohnya harus bisa membuktikan dirinya bersih. Kalau tidak bisa, tidak bisa dikuburkan," kata Arif.(iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.