SENGGANG

Peserta Asal Indonesia Juarai The Voice of Germany

Laporan Agustina Suminar | Selasa, 12 November 2019 | 07:35 WIB
Claudia Emmanuela Santoso usai menyanyikan lagu Whitney Houston berjudul I Have Nothing di final The Voice of Germany 2019. Foto: Youtube/The Voice of Germany - Offiziell
suarasurabaya.net - Doa dan dukungan para pendukung Claudia Emmanuela Santoso, peserta The Voice of Germany 2019 asal Indonesia, akhirnya terkabul. Sekitar pukul 23.55 waktu Berlin, Claudia dinobatkan sebagai juara ajang tersebut.

Babak final disiarkan langsung stasiun TV Sat-1 Jerman digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, 10 November. Hal itu disampaikan Hannan Hadi Pensosbud KBRI Berllin dilansir Antara London, Senin (11/11/2019).

Isak haru dari Claudia dan pelatihnya, Alice Merton, tak terbendung. Dengan jempol bersilang dengan jari telunjuk sebagai tanda cinta, Claudia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukungnya.

"Danke Schon, Vielen Dank (terima kasih banyak)," kata-kata itulah yang spontan terucap dari Claudia saat namanya muncul di urutan pertama di layar pengumuman pemenang kompetisi ini.


Hasil vote yang diraih Claudia pun fantastis. Ia berhasil melaju jauh dari finalis lainnya. Claudia memperoleh suara 46,39 persen. Sementara rekannya Erwin Kintop dari Tim Rea Garvey, yang berada di urutan kedua, memperoleh suara sebesar 17,36 persen.

Di babak final ini, para peserta menampilkan tiga lagu. Satu penampilan solo dan dua kali duet.

Pada duet pertama masing-masing finalis tampil dengan salah satu artis ternama yang menjadi bintang tamu babak final ini, seperti James Arthur, Dua Lipa, Freya Ridings, Max Raabe, dan Dermot Kennedy.

Sementara di penampilan duet kedua, mereka bernyanyi bersama coach masing-masing, membawakan lagu baru yang khusus diciptakan untuk babak final ini.

Di penampilan solonya, Claudia membawakan lagu I Have Nothing dari Withney Houston. Sementara di duet pertama Claudia tampil bersama Freya Ridings dengan lagu Castles yang diambil dari album terbaru penyanyi asal Inggris ini.

Saat berduet dengan pelatihnya Alice, Claudia membawakan lagu berjudul Goodbye. Di ketiga penampilannya Claudia mendapatkan standing ovation dari para coaches dan ribuan penonton yang hadir.

Lagu Goodbye ini terinspirasi dari cerita Claudia sendiri. Lagu ini mengisahkan perasaan rindunya kepada orang-orang yang disayangi, karena harus meninggalkan Indonesia dan pindah ke Jerman, kata Alice saat menjelaskan makna dari lagu yang kemudian menjadi Lagu Kemenangan the Voice Germany 2019 ini.

Mengomentari kemenangan Claudia ini, Dubes RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno menyebutkan prestasi Claudia sudah pasti membuat bangga seluruh masyarakat Indonesia.

"Tidak hanya bagi kita yang di Jerman, tapi saya yakin juga buat seluruh masyarakat Indonesia di seluruh dunia," ujarnya.

Ini adalah pertama kalinya Indonesia menjadi juara kompetisi the Voice di luar Indonesia, yang diselenggarakan negara-negara di berbagai penjuru dunia. Prestasi Claudia ini semakin membuat Indonesia dikenal sebagai bangsa berprestasi.

Kemenangan Claudia sangat pas dengan tema hari Pahlawan yang kita peringati tahun ini, yaitu: Aku Pahlawan Masa Kini, ujar Dubes Oegroseno.

Masyarakat Indonesia di Berlin termasuk dari KBRI Berlin serta teman-teman Claudia dari Munchen hadir langsung menyaksikan kemenangan Claudia di babak final ini. Dan yang paling penting, Ibu dan adik Claudia yang sehari-hari tinggal di Cirebon juga sengaja datang ke Berlin untuk menyaksikan kesuksesan Claudia di babak semifinal dan final.

Ini adalah impian Claudia, pada saat diwawancara oleh the Voice of Germany usai sukses di babak Blind Audition September lalu.

"Harapan saya supaya bisa masuk final, dan orang tua saya bisa datang ke Jerman menyaksikan saya," kata Claudia.(ant/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.