SENGGANG

Mengenal Penyakit Autoimun, Masih Bolehkah untuk Hamil?

Laporan Anggi Widya Permani | Minggu, 17 November 2019 | 18:53 WIB
Prof. Dr. dr. Joewono Soeroso Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Premier Surabaya dalam acara Healty Family Healty Financial yang diadakan She Radio di Arya Sentra Hotel Surabaya, Minggu (17/11/2019). Foto: She Radio
suarasurabaya.net - Penyakit autoimun belakangan ini sering terdengar karena beberapa pesohor di Tanah Air didiagnosa mengidapnya. Seperti yang dialami Ashanti penyanyi yang juga istri dari musisi Anang Hermansyah, dan Raditya Dika penulis sekaligus aktor.

Apa itu penyakit autoimun?

Prof. Dr. dr. Joewono Soeroso Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Premier Surabaya mengatakan, penyakit autoimun terjadi karena sistem imun menyerang tubuhnya sendiri. Idealnya, sistem imun menjaga tubuh dari bakteri dan virus.

"Tapi pada penderita autoimun, sistem kekebalan tubuh justru menganggap sel tubuh sehat sebagai organisme asing atau bakteri maupun virus. Padahal kan bukan bakteri. Karena itu diserang, jadinya timbul radang, ruam-ruam dan rasa nyeri yang berkepanjangan pada tubuh," kata Joewono dalam acara Healty Family Healty Financial yang diadakan She Radio di Arya Sentra Hotel Surabaya, Minggu (17/11/2019).


Terdapat lebih dari 100-an jenis penyakit autoimun di dunia. Beberapa jenis yang cukup sering dijumpai misalnya, lupus, diabetes tipe-1, rheumatoid arthritis (RA), sklerosis multipel, dan psoriasis atau radang sendi.

Faktor yang menyebabkan seseorang berisiko untuk mengidap penyakit autoimun pun beragam. Itu bisa terjadi karena faktor genetik atau keturunan, lingkungan yang mencakup paparan zat tertentu seperti merkuri, perak, dan asbes. Selain itu, juga bisa karena pola makan yang kurang sehat.

Penyakit autoimun ini umumnya lebih sering menyerang perempuan daripada laki-laki. Untuk itu, tidak sedikit perempuan yang merasa khawatir dengan penyakit ini. Terutama mereka yang sedang kondisi hamil atau sedang merencanakannya.

Bolehkah penderita autoimun hamil?

Joewono mengungkapkan, penderita autoimun boleh hamil asalkan kondisi penyakitnya terkontrol. Caranya dengan mengonsumsi obat-obatan dan menjalani terapi. Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk penderita autoimun seperti, Kortikosteroid dan Imunosupresan.

Lalu untuk ibu hamil, bolehkah mengonsumsi obat? Jawabannya boleh. Tentunya obat-obatan yang diberikan itu, yang aman untuk kehamilan.

"Penderita autoimun itu boleh hamil. Saya sudah membantu 131 wanita untuk hamil. Salah besar ya, kalau yang bilang nggak bisa hamil. Boleh hamil, gak usah khawatir. Ada obatnya kok. Katanya orang hamil nggak boleh minum obat ini itu, ya salah. Memang, ada obat yang nggak boleh, tapi juga ada yang boleh. Yang boleh itu artinya aman," jelasnya.

Namun, kepatuhan pasien untuk minum obat ini dinilai masih rendah. Salah satu alasannya karena takut mengonsumsi obat dalam jangka panjang bisa merusak ginjal. Hal itu pun dibantah oleh Prof. Joewono.

Dia menjelaskan, obat-obat yang didesain untuk jangka panjang tidak akan mengganggu ataupun merusak ginjal. Termasuk obat yang digunakan untuk penyakit autoimun.

"Yang jadi masalah di Indonesia itu isu minum obat terus nanti kena ginjal. Nah itu yang salah. Padahal tidak semua obat itu menyerang ginjal. Kalau semua menyerang ginjal, gak ada orang hidup. Penderita darah tinggi, asam urat tinggi, kencing manis setiap hari minum obat," kata dia.

"Obat-obat yang didesain untuk penyakit jangka lama itu tidak ganggu ginjal. Ada memang yang ganggu ginjal yaitu obat anti nyeri. Obat ini bisa dibeli di mana-mana, itu masalahnya. Sehingga, mereka bisa minum itu terus dan ginjalnya terpengaruh jadi kurang baik," tambahnya. (ang/iss)
Editor: Ika Suryani Syarief



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.