SENGGANG

Last Christmas, Film Manis Akhir Tahun

Laporan Ika Suryani Syarief | Selasa, 10 Desember 2019 | 18:47 WIB
Cuplikan adegan film Last Christmas. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Dengan latar belakang semarak Natal, film "Last Christmas" menyuguhkan kisah manis nan romantis sekaligus kehangatan keluarga. Sama seperti judulnya, lagu klasik dari George Michael menjadi inspirasi cerita dalam film ini.

"Last Christmas" dibuka dengan Kate (Emilia Clarke) kecil sebagai penyanyi utama di paduan suara gereja. Masa depannya tampak cerah, ia ditonton dengan bangga oleh kedua orangtuanya, Petra (Emma Thompson), Ivan (Boris Isakovic) serta kakaknya Marta (Lucy Miller).

Sekian tahun berlalu, Kate muncul sebagai gadis yang luntang-lantung karena kecerobohannya sendiri. Enggan pulang ke rumah karena hubungan yang kurang harmonis dengan ibunya, Emilia menumpang di rumah sahabatnya Jenna (Ritu Arya), namun akhirnya diusir gara-gara ulahnya sendiri.

Pekerjaannya di toko perlengkapan Natal nyentrik milik Santa (Michelle Yeoh) juga dilakoni setengah hati. Santa tak henti-hentinya menegur si "peri pemalas" yang jadi julukan Kate agar bekerja dengan baik di toko itu.


Pada dasarnya, Kate bukan orang seceroboh itu. Sejak pulih dari sakit parah, Kate selalu merasa gundah, alasan dia hampir selalu mengacaukan setiap kesempatan.

Hidup Kate yang berantakan mulai berubah ketika ia bertemu dengan Tom (Henry Golding), pria misterius menawan yang mengajarkannya melihat segala sesuatu dari sudut pandang berbeda.

"Lihat ke atas!" ujar Tom pada Kate, kalimat yang membuat Kate melihat keindahan lain dari kota London yang tadinya terkesan begitu-begitu saja.

Kate dan Tom bagaikan yin dan yang. Tidak seperti Kate yang hidupnya berantakan, Tom adalah sosok yang seakan punya kehidupan sempurna.

Tampak bahagia dan tidak berkekurangan, bahkan ia menyibukkan diri sebagai relawan di rumah singgah untuk tunawisma. Awalnya mencemooh, tapi lama kelamaan Kate tergerak untuk mengikuti jejak yang sama dan menikmati hidupnya sendiri. Kate mulai membuka hati dan memutuskan untuk jadi orang yang lebih baik.

Dua aktor dalam "Crazy Rich Asian" reuni di sini, meski Henry dan Michelle yang sebelumnya berakting jadi ibu dan anak sama sekali tak berinteraksi di "Last Christmas".

Michelle menyuguhkan sisi lain yang tak muncul sebelumnya lewat porsi dialog bernada komedi, tapi ia juga bisa memperlihatkan sosok keibuan atas Kate, bukan cuma sebagai bos, tapi sebagai orang yang betul-betul peduli dan menyayanginya.

Henry sukses menjelma jadi sosok Tom yang optimistis dan menawan, lebih berkarakter dan menarik ketimbang perannya di film drama romantis "Crazy Rich Asian". Menarik melihat interaksi Henry dengan Emilia yang kadang kala tampil konyol, menyisipkan humor di dalam film romantis ini.

Sayangnya, alasan besar yang membuat Kate merasa ada yang hilang dalam hidupnya tak cukup untuk menimbulkan simpati terhadap si karakter. Meski plot cerita agak klise, tapi film "Last Christmas" cocok jadi tontonan ringan sambil menikmati keindahan kota London yang semarak dalam suasana Natal.(ant/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.